Hong Kong Mengandalkan Batubara Adaro untuk Pembangkit Listriknya

Sumber : https://investor.id/business/batubara-adaro-jadi-andalan-pembangkit-listrik-hong-kong

Investor.id  8 Juli 2019 memberitakan bahwa  setiap tahun, ekspor batubara PT Adaro Energy Tbk ke Hong Kong mencapai 3,5 juta ton dan menjadi penentu keandalan penyediaan energi listrik di negara itu. Kontribusi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan batubara di Hong Kong sebesar 40% dari total kebutuhan. Sedang 90% kebutuhan batubara di negeri itu dipasok dari Indonesia.

"Dari total batubara yang dipasok dari Indonesia, kontribusi Adaro mencapai 35%," kata Presdir PT Adaro Energy Tbk Garibaldi (Boy) Thohir kepada para pemimpin redaksi media massa Indonesia saat meninjau Castle Peak Power Station, sebuah PLTU berkapasitas 4.108 MW di Tuen Mun, Kowloon, Hong Kong, Senin (8/7/2019). Pembangkit tenaga batubara ini dikelola oleh China Light and Power (CLP Power) dan saat ini sudah berusia 37 tahun.

Setiap tahun, CLP Power membutuhkan 6,5 juta ton batubara dan dari total kebutuhan itu, sebesar 2,5 juta ton dipasok oleh Adaro. "CLP Power adalah mitra utama kami. Relasi kami dengan perusahaan ini sudah terjalin dengan baik selama 20 tahun," ujar Boy.

Presdir PT Adaro Energy Tbk Garibaldi (Boy) Thohir  di Castle Peak Power Station. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu
Presdir PT Adaro Energy Tbk Garibaldi (Boy) Thohir di Castle Peak Power Station. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Batubara produksi Adaro, demikian Boy, menjadi pilihan utama CLP Power karena kualitas yang memenuhi kriteria mereka. Hong Kong mengontrol ketat polusi udara dan lingkungan. Kadar sulphur dioxide dan nitrogen oxide dalam batubara Adaro dinilai sesuai dengan standar Hong Kong.

Adaro mengekspor 3,5 juta ton batubara setiap tahun ke Hong Kong. Sekitar 2,5 juta ton untuk memenuhi kebutuhan CLP Power. Sisanya, satu juta ton dipasok untuk Hong Kong Electric Ltd. Batubara Adaro dinilai cukup andal untuk menopang dua pembangkit listrik itu.

Produksi batubara Adaro tahun 2018 sekitar 56 juta ton dan jumlah yang sama akan diproduksi tahun ini. Dari jumlah itu, 50 juta ton diproduksi di Kalimantan Selatan dan 6 juta ton di Kalimantan Tengah. Sekitar 70% produksi atau 40 juta ton diekspor ke 17 negara. Terbesar adalah ekspor ke Malaysia. Negara lain yang menjadi tujuan ekspor batubara Adaro ialah India 8 juta ton, RRT 7 juta ton, Jepang 5 juta ton, Hong Kong 3,5 juta ton, dan Spanyol.

CLP Power
Memiliki tiga pembangkit, CLP Power tidak hanya memproduksi energi listrik, melainkan juga mengelola jaringan transmisi dan distribusi untuk melayani konsumen Hong Kong. Dua pembangkit lain milik CLP Power adalah Black Point Power Station, pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) dengan bahan baku gas alam yang dipasok Tiongkok. Pembangkit yang juga terletak di Tuen Mun ini berkapasitas 2.500 MW.

Presdir PT Adaro Energy Tbk Garibaldi (Boy) Thohir di Castle Peak Power Station. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu
Presdir PT Adaro Energy Tbk Garibaldi (Boy) Thohir di Castle Peak Power Station. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Pembangkit ketiga yang dikelola CLP Power adalah Penny's Bay Power Station yang terletak di Pulau Lantau dengan kapasitas 300 MW. Meski kecil, pembangkit tenaga solar ini dirancang untuk mengisi lonjakan kebutuhan pada beban puncak. Kehidupan penduduk Hong Kong, yang hampir semuanya tinggal di apartemen, sangat tergantung pada listrik. Semenit saja terjadi mati listrik, berbagai kegiatan terganggu.

Untuk memenuhi permintaan listrik Hong Kong, CLP Power juga membeli 70% produksi listrik dari Guangdong Bay Nuclear Power Station, pembangkit listrik tenaga nuklir berkapasitas 1.968 MW yang yang terletak di daratan Tiongkok. CLP juga memiliki "right" untuk membeli 50% listrik yang diproduksi The Guangzhou Pumped Storage Power Station berkapasitas 2.400 MW.

Jika di Indonesia, jaringan transmisi dan distribusi dimonopoli oleh PT PLN, sebuah BUMN energi, di Hong Kong semuanya diselenggarakan swasta. Selain CLP Power, kebutuhan listrik di Hong Kong juga disediakan oleh Hong Kong Electric Ltd. Hingga saat ini, CLP Power sudah membangun 14.900 km jaringan transmisi dan distribusi serta lebih dari 14.200 substasiun.

Pada tahun 2020, pemerintah Hong Kong menargetkan penggunaan energi listrik dari pembangkit listrik tenaga gas mencapai 50%. Saat ini, 40% produksi listrik di Hong Kong berasal dari pembangkit listrik batubara dan 30% nuklir. "Baru 30% pembangkit listrik dari tenaga gas," kata Hendri Tan, Marketing Director PT Adaro Energy Tbk

Dengan luas 1.108 km persegi, Hong Kong saat ini dihuni oleh 7,5 juta jiwa. Lama berada di bawah pengelolaan Inggris, pada 1 Juli 1997, Hong Kong dikembalikan ke RRT.

 

 

 

Related Regular News: