Coal Seminar Indonesia – Vietnam di Hanoi

Coal Seminar Indonesia – Vietnam di Hanoi

               Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Republik Viet Nam tanggal 3 Mei 2019 yang lalu mengadakan “Business Forum: Indonesia – Vietnam Potentials in Coal Trading” di Hanoi, Viet Nam.  APBI-ICMA mendukung acara tersebut yang pembahasan awalnya dibahas pada saat “courtesy call” APBI ke Dubes RI untuk Vietnam HE Ibnu Hadi pada tanggal 25 Maret 2019. Acara Business Forum terkait potensi perdangangan batubara kedua negara tersebut sebelumnya pernah digagas oleh KBRI di Hanoi di tahun 2018, namun pada saat itu jumlah peserta yang hadir tidak sebanyak tahun 2019 ini. Pada acara Business Forum tahun ini APBI mengkoordinasikan ke anggota yang mana hadir sekitar 25 orang peserta anggota dari APBI dari total sekitar 30 orang rombongan dari Indonesia. Beberapa perusahaan anggota APBI yang berpartisipasi antara lain dari PT Bukit Asam Tbk, PT Berau Coal, PT Baramulti, dll.

                Acara forum bisnis dibuka secara resmi oleh Dubes RI untuk Vietnam HE Ibnu Hadi yang menyampaikan bahwa perdagangan kedua negara semakin berkembang dimana Indonesia mencatatkan surplus perdagangannya. Sementara itu batubara adalah komoditas ekspor terbesar Indonesia. Di tahun 2017, Indonesia mengekspor sekitar 12 juta MT, kemudian meningkat sekitar 50% di tahun 2018 sebesar 18 juta MT. Untuk kedepannya, menurut Dubes RI yang sudah bertugas di Vietnam lebih dari 3 tahun tersebut, peluang ekspor batubara Indonesia akan semakin berkembang seiring dengan maraknya pembangunan PLTU batubara oleh pemerintah setempat. HE Ibnu Hadi menambahkan bahwa Vietnam akan meningkatkan porsi peran batubara dalam bauran energi mereka dengan makin berkurangnya peran hydropower yang selama ini menjadi andalan sumber kelistrikan Vietnam. Oleh karena itu Dubes RI mengajak para eksportir dari Indonesia untuk mempertimbangkan pasar Vietnam sebagai pasar potensial untuk kedepan.

                Dalam acara tersebut Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia menyampaikan paparan dengan tema “Indonesia Coal Industry Overview” yang antara lain dengan highlight peran sektor industri batubara terhadap pembangunan ekonomi nasional serta ketahanan energi nasional, rencana target produksi batubara 2019, rencana ekspor 2019 serta data ekspor batubara Indonesia ke beberapa negara. Selain itu data mengenai Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) yang disusun oleh Dewan Energi Nasional serta RUPTL PLN juga dipaparkan dalam seminar tersebut. APBI menyampaikan komitmen dukungan eksportir Indonesia untuk memasok ke pasar potensial di Vietnam namun tentu permasalahan seputar harga jual yang selama ini dikeluhkan oleh ekspor Indonesia perlu terus dikomunikasikan dengan baik oleh eksportir Indonesia dan pihak buyer Vietnam. Selain itu transparansi pelaksanaan tender untuk proyek-proyek PLTU batubara di Veitnam juga menjadi salah satu indikator penting yang terus dicermati oleh para eksportir Indonesia. Dalam paparan dari APBI, juga disampaikan mengenai pelaksanaan Peraturan Menteri Perdagangan No. 82/2017 yang mewajibkan penggunaan asuransi dan kapal nasional terhadap ekspor batubara.

                Setelah paparan dari Dubes RI dan dari APBI, dari pihak Vietnam paparan dari EVN  (perusahaan listrik Vietnam) yang menyampaikan paparan mengenai “Coal-Fired Energy in Vietnam” dimana total kapasitas pembangkit terpasang di Vietnam saat ini sekitar 49,122 MW dimana kapasitas terpasang EVN sekitar 77%. Total kapasitas terpasang sejak 2003-2017 meningkat 4.5 kali. Porsi batubara dalam energy mix saat ini sekitar 38% sedangkan hydro 35%. Diperkirakan porsi batubara akan terus meningkat yaitu di tahun 2020 sekitar 49%, kemudian di 2025 sekitar 55% dengan asumsi GDP growth rata-rata 7%. Oleh karena itu demand atas impor batubara akan terus meningkat.

                Setelah paparan dari KBRI Vietnam, APBI, dan EVN, disesi forum bisnis ada beberapa paparan dari eksportir yang dalam hal ini dari PT Bukit Asam Tbk dan PT Berau Coal. Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif dalam forum yang dihadiri sekitar lebih dari 50 orang peserta dari Vietnam yang hadir di beberapa kota di Vietnam seperti dari Ho Chi Minh City, Da Nang, dll. Dalam forum bisnis tersebut juga dilaksanakan “business matching” yang dimanfaatkan oleh beberapa peserta dari Indonesia untuk membahas dengan mitra dagangnya dan potensi mitranya di Vietnam mengenai peluang perdagangan batubara kedepan. Acara bisnis forum berlangsung selama kurang lebih 3 jam dan mendapat apresiasi dari para peserta yang hadir baik dari eksportir dan importir. Pihak KBRI di Hanoi mengapresiasi peran dan dukungan dari APBI sehingga acara bisnis forum tersebut berjalan lancar.

                   

 

 

Related Regular News: