APBI-ICMA Members Gathering (2 April 2019)

Pada tanggal 2 April 2019 APBI-ICMA mengadakan acara Members Gathering dengan mengusung tema Outlook Industri Pertambangan Batubara 2019 “Peluang & Tantangan Perusahaan Jasa Usaha Pertambangan”. Acara ini menghadirkan beberapa narasumber yang berkompeten di bidangnya antara lain M. Kurnia Ariawan (Ketua II APBI/ Dir. Utama PT. KIdeco Jaya Agung), Nyoman Oka (Ketua Komite Marketing APBI/ GM Domestic Marketing PT. Adaro Indonesia) dan Bambang Tjahjono (Dir. Eksekutif ASPINDO) serta acara ini di moderatori oleh Hendra Sinadia ( Dir. Eksekutif APBI). Wakil dari pemerintah yaitu Sri Raharjo (Direktur Teknik & Lingkungan DJMB) yang awalnya konfirmasi akan hadir mendadak berhalangan dikarenakan ada acara Rapat Pimpinan di DJMB pada hari dan waktu yang sama.

Acara dibuka dengan penyampaian singkat dari Hendra Sinadia tentang rangkuman kegiatan APBI di awal tahun 2019 dan beberapa rencana kegiatan APBI di tahun 2019 khususnya terkait dengan rangkaian kegiatan perayaan 30th APBI yang rencananya akan diadakan di akhir Oktober atau awal Nopember 2019. Setelah itu sambutan pembukaan dari APBI yang dibawakan oleh M. Kurnia Ariawan yang juga salah seorang wakil Ketua APBI-ICMA membawahi bidang Hubungan Eksternal dan Kehumasan  yang menyampaikan pemaparan tentang “Strategy to Respond Coal Market Situation”. Kurnia Ariawan yang juga sehari-hari adalah Presiden Direktur dari PT Kideko Jaya Agung yang juga pernah menjadi direksi di PT Petrosea salah satu perusahaan jasa kontraktor pertambangan terbesar di tanah air  menyampaikan data data cadangan batubara, kebutuhan batubara kedepan, konsumsi batubara baik di Indonesia maupun secara global, lalu peluang pasar batubara Indonesia.

Sementara itu Nyoman Oka dari PT Adaro yang mewakili Hendri Tan yang berhalangan hadir menyampaikan materi terkait dengan “Prospek Pertambangan Batubara Nasional”. Sebagian materi paparan khususnya data-data mengenai outlook produksi dan ekspor Indonesia tidak berbeda jauh dengan data/informasi yang telah disampaikan oleh Kurnia Ariawan. Dalam paparannya Nyoman Oka menyampaikan kendala dan tantangan dalam pemenuhan DMO khususnya setelah diberlakukannya penetapan HBA khusus di Maret 2018 dan akan berlanjut di tahun 2019.

Selanjutnya pemaparan terakhir disampaikan oleh Bambang Tjahjono yang memberikan pemaparan tentang penggunaan biodiesel di Indonesia. Bambang Tjahjono yang juga pernah menjadi direksi di PT Pama Persada Nusantara menyampaikan keluhan yang dirasakan oleh para kontraktor jasa pertambangan terkait dengan penggunaan dan tantangan yang dihadapi di lapangan khususnya dalam penggunaan biodiesel B-20 yang diwajibkan oleh pemerintah. Kendala dan tantangan pelaku usaha telah disampaikan beberapa kali kepada pemerintah. Para pelaku usaha pada dasarnya tidak keberatan namun perlu kiranya pemerintah menegaskan kepada para pemasok untuk menjamin pasokan biofuel dalam jangka panjang.

Dalam sesi tanya jawab beberapa pertanyaan diajukan terkait dengan pelaksanaan DMO 2019 yang masih dikhawatirkan oleh sebagian pelaku usaha yang berpotensi kesulitan memenuhi kewajiban DMO dikarenakan perbedaan spesifikasi batubara yang dimiliki dengan demand dari para user. Selain itu, beberapa peserta juga menyampaikan keluhan terkait dengan penerapan e-PNBP yang masih dirasakan menghambat dalam memenuhi kewajiban pembayaran PNBP yang dapat mengakibatkan wajib pajak terkena denda akibat keterlambatan pembayaran yang justru disebabkan oleh belum optimalnya aplikasi e-PNBP di lapangan.

Related Regular News: