Pertemuan Delegasi RI dengan Duta Besar RI untuk Vietnam di Hanoi

Pada tanggal 25 Maret 2019 yang lalu, tim dari APBI yang terdiri dari wakil dari beberapa perusahaan anggota ikut serta dalam Delegasi RI (“DelRI”) yang berkunjung ke Hanoi, Viet Nam untuk membahas jaminan pasokan batubara dari Indonesia ke Viet Nam khususnya terkait dengan rencana pemberlakuan kewajiban penggunaan asuransi dan kapal nasional (yang diundangkan melalui Permendag No. 82/2017). Delegasi RI terdiri dari unsur pemerintah yaitu dari Kementerian Perdagangan dalam hal ini diwakili oleh Olvi Andrianita Direktur Fasilitas Ekspor Ditjen Perdagangan Luar Negeri yang bertindak sebagai pimpinan DelRI, kemudian Merry Maryati Direktur Ekspor Produk Industri dan Pertambangan beserta beberapa kasubdit dan staf di Kemendag lainnya. Dari APBI hadir Hendra Sinadia Direktur Eksekutif kemudian wakil dari 3 perusahaan anggota yaitu dari Kideco Jaya Agung, Jembayan, dan Gunung Bayan yang telah menandatangani kontrak untuk memasok batubara ke proyek PLTU Nghi Son2 selama 10 tahun. 

Sebagai acara awal dari kunjungan DelRI tersebut, rombongan menyempatkan diri berkunjung ke Kedutaan Besar RI di Hanoi dan bertemu langsung dengan Duta Besar RI untuk Viet Nam HE. Umar Hadi. Dubes RI yang sudah bertugas selama lebih dari 3 tahun di Vietnam tersebut menyampaikan data-data perdagangan kedua negara yang menunjukkan peningkatan cukup tinggi. Viet Nam saat ini adalah negara dengan perekonomian peringkat ke-47 didunia dengan GDP US$ 240 miliar dan GDP perkapita sekitar US$ 2,587 merupakan negara potensial bagi ekspor batubara Indonesia dalam jangka menengah dan panjang. Total perdagangan bilateral kedua negara di 2018 sebesar US$ 8.45 miliar meningkat dari US$ 6.5 miliar dengan Indonesia mencatat surplus sebesar US$ 1.38 miliar di tahun lalu. Sementara itu, batubara masih menjadi komoditas ekspor unggulan Indonesia ke Viet Nam dengan nilai di tahun 2018 sebesar US$ 789 juta atau meningkat 94% dari US$ 407 di tahun 2017. Volume ekspor batubara ke Viet Nam di tahun 2017 tercatat sekitar 12 juta ton dan meningkat menjadi 18 juta ton di 2018.

Menurut Umar Hadi, Viet Nam yang pertumbuhan ekonominya di 2018 tercatat di atas 7%, sedang gencar mengembangkan proyek kelistrikan nasional yang mengandalkan batubara (coal fired power plant). Ada beberapa PLTU batubara yang sedang dibangun, diantaranya Nghi Son2 Project yang merupakan kerjasama pihak Kepco (Korea) dan Marubeni (Jepang) dengan EVN (Viet Nam).  Viet Nam dikabarkan akan meningkatkan porsi penggunaan batubara dalam energy mix mereka mengingat kapasitas hydro power yang selama ini menjadi andalan sumber energi mereka diproyeksikan akan semakin berkurang kapasitasnya.

Dalam kesempatan tersebut  Dubes RI untuk Viet Nam mengimbau agar produsen batubara Indonesia untuk mempertimbangkan mengalihkan peluang pasarnya ke Viet Nam untuk jangka menengah dan panjang. Guna mendorong hal tersebut, Kedubes RI untuk Viet Nam akan mengadakan Business Dialogue di Hanoi yang rencananya di akhir April 2019 atau awal Mei 2019 dengan mengundang eksportir batubara Indonesia, dimana di forum tersebut akan ada acara “business matching” mempertemukan eksportir dan importir.

Related Regular News: