Pertemuan APBI, Kemendag dengan China Import Coal Trading Commission 10 April 2019 Shanghai, China

Pertemuan APBI, Kemendag dengan China Import Coal Trading Commission  10 April 2019 Shanghai, China

Delegasi RI yang berkunjung ke Shanghai China bertemu dengan pihak China Import Coal Trading Commission (CICTC) tanggal 10 April 2019 lalu. Tim APBI yang diwakili oleh Hendra Sinadia (Direktur Eksekutif) dan Haryanto Damanik (Wakil Sekjen APBI) Bersama-sama dengan rombongan delegasi dari Kementerian Perdagangan antara lain Olvi Andrianita (Direktur Fasilitas Ekspor) dan Merry Maryati (Direktur Ekspor Produk Industri & Pertambangan) beserta jajarannya. Pihak CICTC yang dalam hal ini diwakili beberapa eksekutif dari China Coal Solution (CCS) importir batubara dari China adalah perusahaan trader (importir) yang di tahun 2018 mengimpor sekitar 27 juta MT ke Cina dimana separuh dari jumlah tersebut di supply dari Indonesia. Pada tahun 2019, CCS menargetkan untuk mengimpor batubara ke Cina sebesar 32 juta MT. CCS memiliki view positif terhadap impor dari batubara Indonesia dan memproyeksikan prospek impor dari Indonesia ke China masih cukup prospektif hingga 2 atau 3 dekade kedepan.

Pada kesempatan tersebut, APBI menanyakan apakah penjualan batubara melalui CCS dapat dikecualikan dari kuota impor batubara yang diberlakukan Pemerintah Cina. CCS menyampaikan bahwa pembelian batubara dari Indonesia melalui CCS tetap tunduk pada kuota impor batubara yang ditetapkan oleh Pemerintah Cina dimana tahun 2019 kuota import batubara turun 10% dari total 270 juta tahun lalu. Namun demikian saat ini CCS sedang mengupayakan untuk mendapatkan sertifikasi AEO (Authorized Economic Operator) dari Bea Cukai Cina, dimana CCS akan mendapatkan fasilitas prioritas untuk bongkar muat batubara impor di pelabuhan Cina.

Dalam pertemuan tersebut pihak CCS menginformasikan mengenai rencana pertemuan dengan CNCA dimana di dalam struktur CNCA juga ada China International Coal Trade Commission (CICTC) yang mana CCS juga sebagai salah founder/initiator dari CICTC. Sementara pihak Kemendag menyampaikan kebijakan penggunaan asuransi nasional dan kapal nasional yang sedang dan akan dilaksanakan yang berdampak terhadap pihak eksportir/buyer. Oleh karena itu Kemendag merasa berkepentingan untuk mensosialisasikan kebijakan tersebut ke pihak buyer di China seperti antara lain ke CCS.

 

Related Regular News: