Rakor Hambatan Ekspor Batubara dan Produk Mineral

Pada tanggal 4 Februari 2019 bertempat di Hotel Morrissey Jakarta, Kemenko Perekomomian mengadakan pertemuan terkait dengan peningkatan ekspor di sektor Minerba untuk tahun 2019 ini. Rapat ini dipimpin oleh Ahmad Bastian H. (Asisten Deputi Ekstraktif Kemenko Perekonomian) dan dihadiri oleh lintas kementerian seperti Merry Maryati (Direktur Ekspor Produk Industri Dan Pertambangan Kementerian Perdagangan Luar Negeri), Perwakilan dari Ditjen Bea Cukai Kemenkeu, Perwakilan dari Ditjen Minerba dan perwakilan dari Kementerian Perindustrian. Sementara dari Asosiasi hadir APBI-ICMA yang diwakili oleh Hendri Tan (Ketua V), Hendra S (Dir. Eksekutif), Nyoman Oka (Komite Logistik) dan hadir pula dari API-IMA, sementara dari perusahaan minerba hadir pula seperti PT. Adaro, PT. Bukit Asam, PT. Timah, PT. Antam, PT. Vale. Pembahasan lebih membahas terkait dengan hambatan ekspor yang dirasakan oleh lintas kementerian dan dirasakan langsung oleh para perusahaan, yang diharapkan dapat meningkatkan nilai ekspor di tahun 2019.

Dari sisi batubara sendiri Kemendag mencatat pertumbuhan yang baik dari sisi ekspor batubara baik bahan mentah maupun produk turunannya di tahun 2018 mencatat kenaikan 18,45% selama periode Januari 2018 – November 2018, dan sampai bulan januari 2019 Kemendag mencatat ada 498 ET (Eksportir Terdaftar). Sementara dari Ditjen Bea Cukai pun mengatakan bahwa sampai dengan saat ini tidak ada hambatan ekspor apapun yang dirasakan.

APBI-ICMA menyampaikan ada 4 hal yang kiranya akan menghambat ekspor batubara yaitu dari sisi demand, regulasi atau kebijakan (seperti China membatasi kebijakan impor batubara sedangkan pemerintah menargetkan kenaikan produksi, lalu peraturan terkait dengan penggunaan asuransi nasional, penggunaan kapal nasional pada 2020, dan juga terkait dengan DHE), gangguan alam/cuaca, serta gangguan keamanan. Maka itu pemerintah membuka kesempatan bagi para pelaku usaha /perusahaan untuk secara terbuka menyampaikan kendala apa lagi yang sekiranya menggangu peningkatan ekspor minerba.

Related Regular News: