Pembahasan soal aturan DHE di acara “Closing Bell” – CNBC Indonesia, 16 Januari 2019

Hendra Sinadia Direktur Eksekutif APBI-ICMA kembali diundang oleh CNBC Indonesia untuk berdiskusi soal kebijakan pemerintah yang mewajibkan Dana Hasil Ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA) termasuk batubara untuk disimpan di perbankan nasional. Isu rencana penerbitan peraturan pemerintah soal DHE SDA tersebut dibahas di segmen acara “Closing Bell” suatu acara yang diadakan CNBC yang timingnya setelah penutupan perdagangan di bursa.

Di acara tersebut Hendra Sinadia menegaskan bahwa para anggota APBI-ICMA mendukung kebijakan tersebut yang pada dasarnya bukan kebijakan baru karena telah diatur oleh Bank Indonesia sejak 2011 dan 2014 yang lalu. Beberapa perusahaan anggota APBI-ICMA bahkan sudah lebih dahulu melaksanakan kewajiban tersebut. Namun bedanya dengan PP yang akan diterbitkan itu antara lain adanya pemberian fasilitas keringanan perpajakan PPh atas penempatan DHE di bank devisa dan penerapan sanksi yang dapat berupa sanksi ekstrim pencabutan izin usaha.

APBI-ICMA menilai pemberian fasilitas tersebut sebenarnya tidaklah terlalu menarik karena tidak banyak perusahaan yang akan menahan dananya lebih lama di perbankan nasional karena banyaknya kewajiban-kewajiban operasional yang harus segera dijalankan yang mana sebagian dalam mata uang asing. Oleh karena itu, APBI-ICMA mengharapkan agar perbankan nasional dapat memberikan dukungan kepada industri pertambangan batubara nasional melalui kemudahan pembiayaan kredit perbankan. Selama beberapa tahun terakhir ini pengusaha batubara mengalami kesulitan akses pembiayaan terutama dari perbankan nasional. Sehingga dukungan dari industri pertambangan batubara baik melalui penggunaan L/C serta penempatan DHE yang akan menguntungkan perbankan nasional pada akhirnya.

Related Regular News: