Outlook Industri Batubara 2019

IDX Channel, tv swasta hasil kerjasama MNC Business dan Bursa Efek Indonesia kembali mengundang Direktur Eksekutif APBI-ICMA Hendra Sinadia untuk wawancara secara live di Senin 14 Januari 2019. Topik yang dibahas dalam acara tersebut adalah mengenai outlook industri pertambangan batubara di tahun 2019. Bagi otoritas bursa, informasi yang disampaikan lewat IDX Channel tersebut bermanfaat bagi para pelaku pasar dalam mencermati pergerakan saham-saham emiten pertambangan batubara. Sebagaimana diketahui, menguatnya saham-saham emiten batubara di awal tahun turut mendorong penguatan IHSG di minggu kedua Januari 2019.

Dalam wawancara di IDX Channel tersebut direktur eksekutif APBI-ICMA menyampaikan outlook industri pertambangan batubara di tahun 2019 lebih banyak dipengaruhi faktor ketidakpastian ekonomi global terutama Tiongkok. Ketidakpastian perekonomian global diperkirakan masih terjadi di 2019 ditengah kekhawatiran akan berlanjutnya perang tarif dagang antara AS dan China. Sementara itu, ekonomi di China diperkirakan akan menurun di tahun ini dikisaran 6,4% yang merupakan penurunan paling rendah dalam dua dekade terakhir ini. Hal ini yang menimbulkan kekhawatiran akan melemahnya impor batubara di Tiongkok.

Sebagaimana diketahui, pelemahan harga batubara khususnya harga batubara kalori rendah yang terjadi sejak paruh kedua 2018 lebih banyak disebabkan oleh berkurangnya impor dari Tiongkok. Negara ekonomi terbesar kedua dunia tersebut di tahun 2018 ini mulai mengurangi penggunaan batubara kalori rendah guna mengurangi dampak pencemaran dari pemakaian energi fosil. Tekanan dari aspek lingkungan yang mendorong Tiongkok membatasi impor batubara kalori rendah yang sebagian besar diimpor oleh Indonesia. Oleh karena itu Indonesialah yang sangat terdampak dengan tindakan pemerintah Tiongkok yang membatasi penggunaan batubara kalori rendah tersebut.

Pelemahan harga batubara tersebut, khususnya di ICI-3 dan ICI-4 sejak Agustus 2018 tersebut yang trennya terus turun hingga di akhir tahun 2018 tersebut yang mengkhawatirkan para pelaku usaha pertambangan batubara. Di awal Januari 2019, pemerintah menetapkan HBA dikisaran US$ 92 yang turun tipis disbanding HBA periode Desember 2018. Dengan kondisi harga seperti itu, industri pertambangan batubara di tanah air akan memasuki masa-masa yang berat. Namun demikian, ada harapan Tiongkok akan membuka keran impornya sehingga harga diproyeksikan akan terdorong di bulan Januari ini disaat Tiongkok sedang mempersiapkan hari raya imlek yang jatuh di awal Februari 2019.

Secara keseluruhan APBI-ICMA tetap optimis industri pertambangan batubara akan menggeliat di tahun 2019 meskipun perekonomian dunia dilanda ketidakpastian. Oleh karena itu, APBI-ICMA mengharapkan dukungan kebijakan pemerintah untuk mendorong investasi serta eksplorasi. Selain itu, insentif dibutuhkan untuk mendorong pengembangan hilirisasi batubara dalam hal ini gasifikasi, terutama yang saat ini sedang dikembangkan oleh PTBA mengubah batubara menjadi DME.

Related Regular News: