Prospek Sektor Batubara di 2019 (Squawk Box – CNBC Indonesia)

Prospek Sektor Batubara di 2019 (Squawk Box – CNBC Indonesia)

Untuk kesekian kali pihak CNBC Indonesia mengundang wakil dari APBI-ICMA menjadi narasumber di salah satu segmen di acara “Squawk Box” suatu program acara yang mengulasi soal update terkini bisnis global dan nasional. Tanggal 7 Januari 2019 yang lalu Hendra Sinadia Direktur Eksekutif APBI-ICMA hadir sebagai narasumber membahas topik terkait turunnya harga batubara yang terefleksi dari penurunan HBA Januari 2019 sebesar US$92,41 yang turun tipis dibandingkan periode Desember 2018 sebesar US$92,51.

Menurut Hendra, trend harga batubara terus menunjukkan penurunan sejak periode Agustus 2018 yang lebih banyak disebabkan oleh kebijakan pemerintah Tiongkok yang membatasi impor batubara kalori rendah sebagai bagian dari upaya pemerintah Xi Jing Ping dalam mengendalikan dampak lingkungan dari penggunaan bahan bakar fosil. Akibat kebijakan pembatasan impor batubara kalori rendah tersebut maka Indonesia sebagai negara pengekspor terbesar batubara ke Tiongkok yang paling terdampak. Dari ekspor kita di tahun 2017 sebesar 364 juta ton, sebagian besar dari kualitas batubara kalori menengah kebawah. Untuk itu, prospek harga komoditas batubara di awal tahun 2019 akan sangat ditentukan oleh langkah yang akan diambil oleh pemerintah Tiongkok terkait dengan impor batubara. Diharapkan, pemerintah Tiongkok di awal tahun 2019 akan lebih meningkatkan impor batubara kalori rendah sejalan dengan komitmen Presiden Xi Jing Ping pada acara pembukaan konferensi impor China di ShangHai di awal Nopember 2018 yang lalu.

 

Related Regular News: