Rencana Kerja 2019 PTBA Tak Akan Jauh Berbeda dengan Tahun Ini

Rencana Kerja 2019 PTBA Tak Akan Jauh Berbeda dengan Tahun Ini

JAKARTA,APBI-ICMA :  Bisnis.com  4  Desember  2018  memberitakan  bahwa PT Bukit Asam Tbk. menyebut bahwa pembahasan rencana kerja dan anggaran belanja (RKAB) 2019 perseroan masih dilakukan dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Direktur Utama PTBA Arviyan Arivin mengatakan bahwa secara garis besar dari sisi produksi akan lebih baik lagi dari tahun ini, akan tetapi mungkin saja kerugian bisa lebih buruk tahun depan dengan kondisi perang dagang dan kebijakan pembatasan impor China.

Perusahaan pelat merah itu pun telah mencoba masuk ke pasar ekspor non tradisional seperti Hongkong, Korea, Vietnam dan Bangladesh di luar China.

Apalagi pada tahun depan, kata dia, ada beberapa pasar yang sudah dimenangkan tendernya seperti Hongkong dan Korea. Dia melanjutkan, penetrasi pasar baru terus dilakukan untuk hasil optimal dengan berusaha masuk langsung ke end user atau trader besar dan bukannya melalui broker. Pasar dan penjualan itu pun sudah terikat secara jangka panjang.

Kinerja tahun depan. Imbuh dia juga bergantung dengan kinerja PT KAI, yang akan mengangkut hasil produksi.

“RKAB 2019 masih dibahas di kementerian, dengan shareholders. Kalau KAI ga bisa bawa buat apa. Makanya kami sinkronkan dengan kenaikan angkutan yang kita lakukan,” ujarnya belum lama ini.

Sementara itu, terkait harga batu bara, dia menyebut memang tidak ada yang bisa memprediksi harga batu bara, ke depannya perusahaan akan melakukan kontrol biaya dengan efisiensi operasional cara menambang, serta biaya tarif.

Adib Ubaidillah, Direktur Niaga PTBA, menyampaikan berdasarkan ketentuan domestic market obligation (DMO), produsen batu bara dapat memperoleh kuota produksi pada 2019 sesuai dengan 4 kali realisasi penjualan ke pasar dalam negeri.

Dengan estimasi PTBA memenuhi penjualan di dalam negeri sejumlah 10 juta ton pada 2018, perseroan berpotensi mendapatkan kuota produksi sebesar 40 juta ton pada tahun depan.

Adapun, sebelumnya Adib juga menyampaikan perusahaan akan meningkatkan produksi dan penjualan batu bara high CV sekitar 3,5 juta—4 juta ton pada 2019. Volume itu meningkat signifikan dari estimasi produksi tahun ini yang diestimassi sekitar 1 juta—1,5 juta ton.

Pada tahun ini, perseroan mulai memasarkan produk premium ke pasar ekspor pada Agustus 2018. Kisaran kualitas kalori batu bara tersebut ialah 6.100—6.700 Kcal/kg.

Menurut Adib, keuntungan menjual produk High CV ialah harganya yang mengikuti Newcastle Index, sehingga perusahaan mendapatkan margin keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan memasarkan batu bara thermal.

Selain itu, ongkos angkut ke negara-negara konsumen di Asia lebih bersaing dibandingkan dengan produk serupa yang dikapalkan dari Australia.

Sejumlah pasar batu bara High CV PTBA, ialah Jepang, Taiwan, Malaysia, dan Taiwan. Perusahaan sedang mematangkan perjanjian dengan pembeli dari Negeri Sakura untuk tahun depan sebesar 1 juta ton. Selain Jepang, PTBA sedang bernegosiasi dengan pembeli dari Taiwan dengan potensi penjualan 750.000 ton dan Filipina 450.000 ton. Komitmen jual beli ini akan direalisasikan pada 2019.

 

Sumber :

http://industri.bisnis.com/read/20181204/44/866361/rencana-kerja-2019-ptba-tak-akan-jauh-berbeda-dengan-tahun-ini

 

Related Regular News: