DISKUSI PANEL PADA ACARA APBI-ICMA 29th ANNIVERSARY

Pada  hari Rabu, 21 Nopember  2018  APBI  mengadakan  29th Anniversary  bertempat  di  Hotel JW Marriott, dalam  acara  ini di dahului  dengan  Diskusi  Panel  dengan  menghadirkan beberapa pembicara  antara lain  :  Bambang Gatot (Dirjen  Minerba) , Agus Purnomo ( Dirjen  Perhubungan  Laut) ,  Mochamad Ikhsan ( Tim Ahli  Wakil  Presiden ) dan  Hendra  Sinadia  ( Direktur  Eksekutif  APBI ).

Panelis  pertama  dimulai  dengan paparan  dari  Hendra  Sinadia  ( Direktur  Eksekutif  APBI ). Dalam  paparannya  Direktur  Eksekutif   APBI  mengupas  beberapa  hal  penting  antara  lain :

  1. Kontribusi sektor batubara terhadap penerimaan negara meningkat
  2. Ekspor batubara berperan penting dalam menopang neraca perdagangan
  3. Batubara masih menjadi sumber energi primer termurah untuk kelistrikan nasional
  4. Pengembangan kelistrikan nasional dan di kawasan Asia Tenggara
  5. Peluang pengembangan nilai tambah batubara
  6. Perbaikan tata kelola pertambangan melalui sistem korsup Minerba, EITI, penerapan MOMS, dll.
  7. Peningkatan cadangan batubara nasional yang menurut data Badan Geologi Kementerian ESDM, sekitar 37 miliar ton

Beberapa  point lainnya  yang disampaikan  oleh  Direktur  Eksekutif  APBI  adalah tantangan  kedepan dalam  industri  pertambangan batubara  sebagai   berikut :

  1. Perubahan iklim
  2. Penurunan harga komoditas
  3. Kepastian rencana produksi dan ekspor 2019
  4. Kepastian usaha jangka panjang khususnya bagi pemegang PKP2B yang akan term PKP2Bnya akan berakhir
  5. Penetapan HBA khusus batubara untuk kepentingan umum
  6. Kelangsungan ekspor batubara terkait kewajiban penggunaan asuransi dan kapal nasional (beyond cabotage)
  7. Keekonomian investasi peningkatan nilai tambah batubara
  8. Pengelolaan lingkungan dan kewajiban reklamasi di kawasan hutan
  9. Efisiensi produksi
  10. Pengembangan gas serta energi baru & terbarukan
  11. Kontribusi dunia usaha dalam mencapai SDGs

Panelis  kedua dalam  acara ini  adalah  Mochamad Ikhsan ( Tim Ahli  Wakil  Presiden ). Dalam kesempatan  ini  beliau menyampaikan tentang  Tiga Tantangan Utama Ekonomi Indonesia – Terkini dan Jangka Menengah  yaitu 

  1. Mengembalikan Laju Pertumbuhan Ekonomi menjadi 6+ %
  2. Mengembalikan Laju Pertumbuhan Ekonomi Yang Sensitif terhadap Penurunan Kemiskinan
  3. Mengatasi Masalah Kesenjangan Ekonomi

Mochamad  Ikhsan  menjelaskan lebih lanjut  pentingnya  mengembalikan Laju Pertumbuhan Ekonomi menjadi 6+ %  sebagai berikut :

  • Laju Pertumbuhan Ekonomi menjadi 6+ %  akan  mendukung  penciptaan Tenaga Kerja, dimana 5-5% % untuk menyerap new entrants  dan  1 % menyerap penganggur eksisting dan transformasi dari informal jobs ke formal jobs
  • Laju Pertumbuhan Ekonomi menjadi 6+ % akan mendukung  upaya  penurunan  kemiskinan, karena  untuk menurunkan  angka  kemiskinan  10%  diperlukan  laju pertumbuhan  ekonomi yang  tinggi
  • Laju Pertumbuhan Ekonomi menjadi 6+ %  untuk mendukung kebutuhan  panjang  dan menengah, hal ini  untuk mencegah agar tidak terjebak dalam perangkap negara pendapatan menengah  dan  untuk memanfaatkan demographic dividend

Panelis Ketiga  dalam acara  ini adalah  Dirjen Perhubungan  Laut  yang menjelaskan tentang pelaksanaan  Terminal Khusus dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri.

Lebih  lanjut  Dirjen Perhubungan Laut  menjelaskan tentang alasan Penggunaan TERSUS/TUKS Melayani Kepentingan Umum Sementara sebagai  berikut  :

  1. Pada daerah yang bersangkutan tidak terdaat pelabuhan dan belum tersedia moda transportasi lain yang memadai;
  2. Terbatasnya kemampuan dermaga dan fasilitas lainnya yang ada di pelabuhan umum setempat untuk memenuhi permintaan jasa kepelabuhanan;
  3. Tersedianya fasilitas TUKS yang dapat digunakan untuk melayani kepentingan umum;
  4. Dalam rangka upaya peningkatan pelayanan kepada pengguna jasa kepelabuhanan;

Panelis  terakhir  adalah   Bambang  Gatot  (Dirjen  Minerba)  yang  menjelaskan bahwa  kewajiban  DMO  sudah sesuai aturan dan  wajib  dijalankan oleh semua  perusahaan pertambangan.  Dirjen  Batubara  selanjutnya menghimbau kepada semua  perusahaan  batubara  khususnya  anggota  APBI-ICMA  untuk  dapat  mendukung  dan  menjalankan  ketentuan  DMO  ini  dengan  baik dan benar, dan  apabila ada  perusahaan yang  tidak menjalankan  kewajiban  DMO maka sesuai  ketentuan  perundangan  akan dikenakan  sanksi  sesuai ketentuan.

Related Regular News: