Rapat kedua tim perumus benchmarking data PROPER

Rapat kedua tim perumus benchmarking data PROPER Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI-ICMA) diselenggarakan pada hari Kamis, 13 September 2018 dan dipimpin oleh Bapak Delma Azrin. Rapat tersebut masih membahas mengenai penyusunan buku benchmarking PROPER sektor pertambangan batubara yang dapat dijadikan acuan bagi perusahaan pertambangan batubara untuk melihat capaian industri pertambangan secara umum yang dapat dijadikan standar pencapaian beberapa parameter PROPER untuk industri pertambangan batubara. Rapat tesebut juga dihadiri oleh Bpk. Furkandar, selaku engineer yang membantu dalam penyusunan data untuk benchmarking data PROPER APBI-ICMA. Rapat tersebut bertujuan untuk mengumpulkan 5 data parameter PROPER yang digunakan sebagai basis data untuk menyusun laporan, yaitu terkait dengan kriteria limbah B3, limbah non B3, penggunaan energy, penggunaan air, dan emisi yang dihasilkan dari aktivitas pertambangan batubara di beberapa perusahaan yang digunakan sebagai contoh, seperti PT Adaro Indonesia, PT Arutmin, PT Berau Coal, ITMG, PT Bukit Asam, dan lain sebagainya. Untuk kategori limbah B3 meliputi oli bekas, majun, filter, hose, aki bekas, sludge oil, grease/ gemuk, fly ash, bottom ash yang dihasilkan perusahaan. Sedangkan untuk limbah padat non B3 meliputi ban bekas, sampah organik, sampah plastik, kertas, dan karet conveyor. Penggunaan energi meliputi energy yang dihasilkan untuk keperluan bahan bakar dan listrik. Sedangkan penggunaan air ditujukan untuk aktivitas proses produksi (pencucian batubara, peremukan batubara, pencucian conveyor dan pembangkit listrik) dan fasilitas penunjang (penyiraman dan air yang digunakan di bangunan/ perkantoran). Emisi yang dihasilkan dari aktivitas pertambangan batubara hanya diperuntukkan untuk kbahan bakar operasional dan listrik untuk fasilitas penunjang sesuai dengan ketentuan PROPER.

Related Regular News: