Seminar Legal Aspects of Mergers and Acquisitions in Mining Industry

Seminar Legal Aspects of Mergers and Acquisitions in Mining Industry yang dibawakan oleh UMBRA Strategic Legal Solutions pada tanggal 6 September 2018 merupakan kegiatan perdana yang diselenggarakan oleh Komite Hukum APBI-ICMA. Seminar dibuka oleh Bpk. Adri Kurnia, selaku Ketua Bidang III APBI-ICMA. Seminar menghadirkan Putu Raditya Nugraha dan Reggy Firmansyah (Senior Partner di UMBRA) sebagai narasumber. UMBRA Strategic Legal Solutions adalah salah satu law firm independen terkemuka di Indonesia yang memiliki spesialisasi di bidang Merger and Acquisition, Capital Market & Securities, Compliance, Governance & Risk Management, Corporate & Project Finance, Mining & Metal, Joint Venture & Foreign Direct Investment, dan lain sebagainya. Pada kesempatan tersebut, UMBRA memberikan paparan terkait mergers and acquisitions di industri pertambangan. Berdasarkan UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, merger/ penggabungan adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh satu perseroan/ lebih untuk menggabungkan diri dengan perseroan lain yang telah ada yang mengakibatkan aktiva dan pasiva dari perseroan yang menggabungkan diri beralih karena hukum pada perseroan yang menerima penggabungan dan status badan hukum perseroan yang menggabungkan diri berakhir karena hukum. Sedangkan akuisisi/ pengambilalihan adalah perbuatan hukum yang dilakukan badan hukum atau orang perseorangan untuk mengambil alih saham perseroan yang mengakibatkan beralihnya pengendalian atas perseroan. Secara mendasar, akuisisi menyebabkan terjadinya pergantian pengendalian karena adanya pengambilalihan saham/ change of control. Sementara itu, perkara mergers and acquisitions di sektor pertambangan tentunya menyebabkan upaya investigasi bisnis secara hukum (due diligence) yang secara umum akan fokus pada 4 bidang dalam perusahaan, yaitu strategic position, financial data, operational assets, dan legal matters dengan persyaratan berupa dokumen administrative dan keuangan.

Related Regular News: