Rapat Komite Lingkungan Hidup terkait pembahasan Benchmarking Nasional

Rapat  Komite  Lingkungan  Hidup  terkait  pembahasan  Benchmarking  Nasional
Rapat diadakan pada tanggal 23 Agustus 2018 dipimpin oleh Bpk. Delma Azrin, dalam rapat disampaikan bahwa KLHK menghimbau agar asosiasi industi membuat benchmarking nasional. Hal ini dalam rangka KLHK akan menyusun buku benchmarking proper sektor pertambangan batubara. Benchmarking ini bertujuan untuk menentukan standar keberhasilan suatu perusahaan agar dapat diadaptasi dan diterapkan, yang pada akhirnya akan mengungguli pesaing yang dibenchmarking. Adapun usulan kriteria benchmarking salah satunya dengan kinerja perusahaan sesuai annual report. Batasan intensitas batubara per konsumsi (total produksi) /thn, pemisahan dari tambang sampai ke port, lingkup pemakaian energi TIM PENYUSUN BUKU BENCHMARKING PROPER, sbb: 1. Bpk. Amarudin, PTBA 2. Bpk. Tuska Yanuar Rahman, PTBA 3. Ibu Kanya, PT ITM Tbk. 4. Bpk. Ivan Manalu, PT ITM Tbk. 5. Ibu Qadriana, PT Adaro 6. Manager Enviroment PT Adaro 7. Bpk. Subyakto, PT Arutmin 8. Bpk. Delma, PT Arutmin 9. Bpk. Hifzil, PT Berau Coal 10. Bpk. Syaiful, PT Berau Coal 11. Ibu Kusuma Sari, PT KPC 12. PT KPC #2 13. PT Kideco #1 14. PT Kideco #2 15. PT Tanito Harum 16. PT Bayan Group Rapat lanjutan diagendakan tgl. 30 Agustus 2018 jam 14.00 di kantor APBI. APBI mengirim surat ke KLHK (Sekretariat Proper), terkait: - Permohonan data proper 5 thn terakhir (2013-2017) - Mengkomunikasikan penyediaan support engineer dalam mengelola data Rencana penyediaan support engineer: - Diperlukan 2 orang support engineer - Estimasi biaya yang diperlukan adalah @1 juta/org/hari (dikerjakan selama 3 hari) - Deadline pengerjaan: minggu ke-2 Sept 2018 (maksimal) - Hasil/Output: Buku Benchmarking Proper Sektor Pertambangan Batubara - Lingkup kerja: Menghitung dan olah data yang diperoleh dari sekretariat proper, membuat grafik APBI membuat pakta integritas dalam meminta dan mengelola data dari perusahaan2 anggota APBI, yang di ttd oleh tim kecil.

Related Regular News: