Rapat di EBTKE terkait rencana percepatan implementasi B 30

Sebagaimana di informasikan oleh berbagai media massa bahwa Presiden Joko Widodo di Jakarta, Jumat 20 Juli 2018 melakukan rapat terbatas yang membahas tentang pemanfaatan biodiesel dan energi baru terbarukan yang masih belum optimal. Dalam rapat ini Presiden Joko Widodo meminta dilakukan percepatan penggunaan biodiesel dan energi baru terbarukan karena saat ini penggunaan energi fosil masih sangat dominan dari bauran energi nasional sedangkan pemanfaatan energi baru terbarukan masih sangat kecil. Menidaklanjuti perintah Presiden , maka KESDM melalui Direktorat Energi Baru Terbarukan dan konservasi Energi (EBTKE) pada hari Rabu, tanggal 25 Juli 2018 mengundang seluruh stakeholder pengguna energi biodiesel untuk mengadakan rapat yang membahas implementasi B20 pada sektor PSO (public service obligation) dan Non PSO dan menyampaikan perintah Presiden bahwa penggunaan B30 akan di percepat yang asalnya akan dimulai per 1 Januari 2020 (sesuai Permen ESDM No 12 tahun 2015) , rencananya akan dipercepat menjadi per 1 Januari 2019 ( note : akan dilakukan revisi terhadap Permen ESDM No.12 tahun 2015). Seperti telah disampaikan sebelumnya bahwa pemerintah memberikan mandatori penggunaan Biodiesel melalui Peraturan Menteri No.12 Tahun 2015 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Menteri ESDM No.32 tahun 2008 yang mengatur Percepatan dan peningkatan mandatori pemanfaatan BBN ( Bahan Bakar Nabati ). Dalam Permen ESDM No. 12 tahun 2015 tersebut disebutkan industri pertambangan yang merupakan bagian dari sektor Non PSO (public service obligation) wajib menggunakan campuran biodiesel maks. 20% (B20) dimulai pada awal Januari 2016.

Related Regular News: