Kabar Baik Bagi RI, Harga Batu Bara Melesat Lagi!

Source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20221004061900-17-376942/kabar-baik-bagi-ri-harga-batu-bara-melesat-lagi

 

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara langsung tancap gas di awal pekan. Pada perdagangan Senin (3/10/2022), harga batu kontrak November di pasar ICE Newcastle ditutup di US$ 412,5 per ton. Harganya menguat 1,18% dibandingkan perdagangan terakhir pada pekan sebelumnya, yakni Jumat.

Penguatan harga batu bata pada perdagangan kemarin memutus tren negatif yang berlangsung sejak Rabu-Jumat pekan lalu. Hal ini tentunya menjadi kabar baik juga bagi Indonesia, sebab tingginya harga batu bara membuat neraca perdagangan mampu mencatat surplus 28 bulan beruntun.

Dalam sepekan, harga batu bara masih menyusut 2,5% secara point to point. Dalam sebulan, harga batu bara sudah ambles 6,4% sementara dalam setahun melesat 65,7%.

Kembali menguatnya harga batu bara karena komoditas tersebut masih diincar oleh banyak negara sebagai pemasok pembangkit listrik.

Pengiriman batu bara Australia ke barat laut Eropa meningkat menjadi 9,2 juta ton pada Januari-Juni 2022 dari 5,4 juta ton pada periode yang sama tahun lalu.

Lonjakan ekspor menjadi salah satu alasan besarnya penerimaan Australia dari sektor tambang. Pendapatan Australia dari ekspor energi dan sumber daya alam diperkirakan melonjak 7% menjadi US$ 290 miliar pada tahun fiskal Juli 2022/Juni 2023.

Nilai ekspor batu bara thermal diperkirakan melonjak hingga 35% ke A$ 62 miliar pada tahun fiskal ini. Ekspor batu bara thermal akan mengalahkan ekspor batu bara metalurgi yang diperkirakan menembus A$ 58 miliar.

"Harga batu bara thermal diperkirakan akan tetap di atas batu bara metalurgi. Harga batu bara metalurgi terdampak masih landainya permintaan industri baja," tulis laporan pemerintah Australia, dikutip dari Reuters.

Harga batu bara diperkirakan bisa terus menanjak ke depan karena musim panas Australia akan mengalami kondisi cuaca normal cenderung lebih basah. Kondisi tersebut bisa mengganggu pasokan.  Tingginya permintaan bahkan membuat harga batu bara Amerika Serikat (AS) menembus US$ 200 per ton untuk pertama kalinya.

Batu bara tetap menjadi salah satu sumber energi utama pembangkit bahan bakar di AS karena sebagian penduduk masih menggantungkan pasokan listrik ke pembangkit fosil.

Batu bara di pasar spot Central menembus US$ 204,95 pada Jumat lalu. Harga tersebut adalah yang tertinggi dalam 17 tahun terakhir.

Permintaan batu bara melonjak setelah perang Rusia-Ukraina meletus dan melambungkan harga energi. Sebaliknya, produsen kesulitan memenuhi permintaan.

 

TIM RISET CNBC INDONESIA

Related Regular News: