Ajian Pamungkas Xi Jinping Ampuh! Harga Batu Bara Rontok...

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20211025073453-17-286188/ajian-pamungkas-xi-jinping-ampuh-harga-batu-bara-rontok

 

Harga batu bara ambruk pada perdagangan akhir pekan lalu. Bagaimanakah prospek harga si batu hitam? Apakah sudah memasuki masa jenuh?

Akhir pekan lalu, harga batu bara di pasar ICE Newcastle (Australia) tercatat US$ 191/ton. Melesat 4.97% dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Namun secara mingguan, harga batu bara ambrol 20,86%. Ini adalah koreksi mingguan terparah setidaknya dalam 10 tahun terakhir.

Aksi ambil untung (profit taking) memang akan selalu membayangi harga batu bara. Walau minggu ini 'terluka dalam', tetapi harga batu bara masih membukukan kenaikan 4,51% dalam sebulan terakhir.

Sejak akhir 2020 (year-to-date), harga batu bara meroket 133,64%. Rasanya tidak ada komoditas yang harga naik setinggi batu bara.

Oleh karena itu, pasti akan datang saatnya investor bernafsu untuk mencairkan keuntungan yang memang sudah begitu tinggi. Aksi jual massal (sell-off) ini yang membuat harga batu bara terkoreksi.

Selain itu, kabar dari China juga menjadi sentimen negatif bagi batu bara. Pemerintah China tengah mempertimbangkan untuk melakukan intervensi terhadap harga komoditas yang naik tajam, termasuk batu bara.

Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional China (NDRC) pada Selasa lalu mengungkapkan tengah mempelajari langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mengintervensi harga batu bara. Mereka akan melakukan segala upaya agar harga kembali ke kisaran yang masuk akal.

Salah satunya adalah dengan menggenjot produksi, yang sempat terhambat karena bencana banjir di sejumlah daerah penghasil batu bara di Negeri Panda. Pada 18 Oktober 2021, produksi batu bara China tercatat 11,6 juta ton, melonjak 8,6% dibandingkan posisi akhir bulan lalu. NDRC menargetkan produksi 12 juta ton per hari agar harga batu bara bisa turun.

Menurut perhitungan Refinitiv, apabila tingkat produksi Oktober 2021 terjaga hingga akhir tahun, maka pada kuartal IV-2021 produksi batu bara China akan sebanyak 1,07 miliar ton. Ini membuat produksi sepanjang 2021 menjadi 3,99 miliar ton, naik 4% dibandingkan 2020 sekaligus menjadi rekor tertinggi.

Batu bara adalah komoditas strategis bagi China, karena sekitar 60% pembangkit listrik di sana menggunakan tenaga batu bara. Tingginya harga batu bara membuat perusahaan listrik kelimpungan karena di sisi lain permintaan juga sangat tinggi. So, wajar pemerintahan Presiden Xi Jinping punya kepentingan untuk menekan harga batu bara.

Apabila China terus menggenjot produksi, maka kebutuhan impornya akan berkurang. Padahal China adalah negara importir batu bara terbesar dunia.

Saat permintaan di pasar terbesar dunia turun, maka harga batu bara otomatis akan mengikuti. Oleh karena itu, sepertinya harga batu bara akan mulai sering mengalami koreksi seiring permintaan yang berkurang.

 

TIM RISET CNBC INDONESIA

Related Regular News: