Batu Bara Menggila! Harga Naik Lagi, Dekati US$ 200/Ton

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20210927074703-17-279309/batu-bara-menggila-harga-naik-lagi-dekati-us--200-ton

 

Harga batu bara masih saja naik.  Tidak sekadar naik, tetapi mengukir rekor baru.

Akhir pekan lalu, harga batu bara di pasar ICE Newcastle (Australia) tercatat US$ 191,1/ton. Naik 0,95% dari hari sebelumnya sekaligus menjadi rekor tertinggi setidaknya sejak 2008.

Sepanjang minggu kemarin, harga batu bara naik 1,97% secara point-to-point. Sejak akhir 2020 (year-to-date),harga si batu hitam meroket 124,84%.

, harga melesat 107,88%.

Harga gas yang semakin mahal membuat biaya pembangkitan listrik dengan bahan bakar ini kian tidak ekonomis. Di Eropa, biaya pembangkitan listrik dengan gas alam adalah EUR 75,32/MWh pada 21 September 2021. Dengan batu bara, harganya hanya EUR 44,18/MWh. Ini membuat batu bara kembali menjadi primadona, bahkan di Eropa yang menjunjung tinggi isu ramah lingkungan.

"Menurut kajian kami, pembangkitan listrik dengan batu bara di Eropa naik hingga ke mendekati titik puncak. Kenaikan harga gas akan semakin mendorong pertumbuhan harga batu bara, seiring konsumsi yang semakin bertambah," sebut Toby Hassall, Analis Refinitiv, dalam risetnya.

Tidak cuma di Eropa, pembangkitan listrik dengan batu bara juga meningkat di China. Pada Agustus 2021, produksi listrik bertenaga batu bara di Negeri Panda adalah 516,7 TWh, naik 0,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year).

Konsumsi batu bara di Taiwan pun melesat. Pada Juli 2021, Taiwan mengimpor 6,8 metrik ton batu bara, melonjak 38% year-on-year sekaligus menjadi rekor tertinggi sejak Mei 2017.

 

TIM RISET CNBC INDONESIA

Related Regular News: