Xi Jinping Dicuekin, Harga Batu Bara Rekor Dekati US$190/Ton!

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20210924080009-17-278788/xi-jinping-dicuekin-harga-batu-bara-rekor-dekati-us-190-ton

 

Harga batu bara naik lagi, Kini harga si batu hitam mencoba menyentuh titik US$ 190/ton.

Kemarin, harga batu bara di pasar ICE Newcastle (Australia) tercatat US$ 189,3/ton. Melesat 3,58% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya sekaligus menjadi rekor tertinggi setidaknya sejak 2008.

Batu bara tidak gentar meski ada 'gertakan' dari China. Dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Presiden China Xi Jinping menegaskan komitmen negaranya untuk menuju karbon netral pada 2060.

"Kami akan melakukan segala upaya untuk mencapai tujuan ini," tegasnya, seperti dikutip dari AFP.

Untuk mencapai netral karbon pada 2060, Xi mengungkapkan China tidak akan mendanai pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) baru di luar negeri. PLTU adalah pembangkit yang menggunakan batu bara sebagai sumber energi primer.

Namun target Xi memang bertahap, tidak bisa ujug-ujug. Sebab, saat ini China adalah konsumen batu bara terbesar di planet bumi.

Pada 2019, konsumsi batu bara di Negeri Tirai Bambu mencapai 4,36 miliar ton. Amerika Serikat (AS) di posisi kedua 'cuma' 924,44 juta ton.

Selain itu, ada alasan lain yang membuat batu bara sulit ditinggalkan, setidaknya dalam waktu dekat. Sebagai sumber energi primer untuk pembangkit listrik, batu bara masih lebih ekonomis dibandingkan sumber lainnya.

'Pesaing' terdekat batu bara adalah gas alam. Masalahnya, sekarang harga gas pun mahal, naik terus.

Pada Jumat (24/9/2021) pukul 07:57 WIB, harga gas di Henry Hub (Oklahoma, AS) tercatat US$ 5,05/MMBtu. Naik 1,43% dari hari sebelumnya dan sejak akhir 2020 (year-to-date) sudah membukukan lonjakan 98,78%.

Saat harga gas mahal, biaya pembangkitan listrik dengan energi primer itu jadi ikut menanjak. Di Eropa, misalnya, biaya pembangkitan listrik dengan batu bara adalah EUR 73,38/MWh per 21 September 2021. Sementara biaya pembangkitan listrik dengan batu bara adalah EUR 44,18/MWh.

"Kenaikan harga gas membuat batu bara menjadi kompetitif sehingga meningkatkan permintaan batu bara. Melihat harga kontrak forwards, sepertinya situasi ini masih akan bertahan setidaknya sampai awal 2022," sebut Toby Hassall, Analis Refinitiv, dalam risetnya.

 

TIM RISET CNBC INDONESIA

Related Regular News: